Masa depan pariwisata Asia akan didominasi oleh eksplorasi dan penemuan, di mana para pelancong secara aktif berburu destinasi “yang sedang naik daun” dan belum terjamah. Keinginan untuk menghindari keramaian di spot turis mainstream dan mencari pengalaman otentik yang unik adalah pendorong utama perubahan gaya hidup traveling ini.
Destinasi yang dulunya dianggap terpencil, seperti daerah pegunungan terpencil di Vietnam Utara, pulau-pulau kecil di Filipina, atau kota-kota kuno di Asia Tengah, kini menjadi incaran para pelancong yang mencari narasi dan pengalaman yang lebih mendalam. Mereka ingin menjadi storyteller perjalanan mereka sendiri, bukan hanya mengikuti jejak orang lain.
Tren ini didukung oleh platform media sosial dan micro-influencer yang secara rutin mempromosikan hidden gems. Foto-foto dari lokasi yang belum pernah terlihat sebelumnya menjadi mata uang sosial baru, mendorong pelancong untuk keluar dari zona nyaman mereka dan berinvestasi dalam perjalanan yang lebih menantang dan berorientasi pada alam.
Bagi komunitas lokal di destinasi yang sedang naik daun, ini membawa peluang ekonomi, tetapi juga tantangan untuk mengelola pertumbuhan pariwisata secara berkelanjutan. Ada penekanan baru pada pariwisata ekologis dan budaya yang bertanggung jawab, yang sejalan dengan gaya hidup pelancong yang sadar lingkungan dan etika.
Pada dasarnya, perburuan destinasi yang sedang naik daun adalah manifestasi dari gaya hidup traveling yang lebih selektif dan sadar. Pelancong Asia di masa depan akan memprioritaskan uniqueness dan dampak positif, mengubah peta pariwisata tradisional di benua tersebut.