Memasuki tahun 2025, prediksi menunjukkan bahwa beberapa isu akan mendominasi berita utama di seluruh Asia, membentuk lanskap politik, ekonomi, dan sosial kawasan ini. Diperkirakan, persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta adaptasi terhadap krisis iklim akan menjadi dua poros utama yang memengaruhi hampir semua aspek kehidupan.
Secara ekonomi, isu terbesar adalah bagaimana negara-negara Asia akan merespons perlambatan pertumbuhan global tanpa tergelincir ke dalam krisis utang. Keputusan bank sentral mengenai suku bunga dan kebijakan fiskal akan menjadi berita harian, memengaruhi pasar modal dan daya beli masyarakat.
Di ranah sosial, dampak Kecerdasan Buatan (AI) terhadap lapangan kerja diprediksi akan menjadi topik panas, memicu perdebatan tentang kebutuhan pelatihan ulang massal dan jaring pengaman sosial. Isu perubahan iklim akan beralih dari prediksi menjadi laporan dampak nyata yang lebih sering.
Mengelola ketidakpastian geopolitik di Laut Cina Selatan dan Semenanjung Korea juga akan terus menjadi agenda penting. Tahun 2025 akan menjadi tahun di mana Asia harus menghadapi pilihan sulit antara kepentingan jangka pendek dan stabilitas jangka panjang.
Isu berita terbesar yang mendominasi Asia pada tahun 2025 diprediksi adalah persaingan teknologi AS-Tiongkok, respons terhadap krisis iklim, manajemen risiko utang dan perlambatan ekonomi, serta dampak disrupsi AI pada pasar tenaga kerja.

