Masa depan smart home di Asia diperkirakan akan semakin didominasi oleh integrasi teknologi Augmented Reality (AR), mengubah cara kita berinteraksi dengan lingkungan rumah. Daripada sekadar mengontrol perangkat melalui aplikasi smartphone, AR akan memungkinkan penghuni untuk melihat, memanipulasi, dan berinteraksi dengan informasi digital yang tumpang tindih dengan dunia fisik di dalam rumah. Ini akan menciptakan pengalaman yang lebih intuitif, imersif, dan personal.
Bayangkan mengenakan kacamata AR atau menggunakan smartphone Anda untuk “melihat” informasi tentang perangkat smart home Anda yang tumpang tindih dengan objek fisik. Anda bisa melihat suhu aktual di setiap ruangan, status baterai perangkat, atau bahkan mengontrol lampu dan thermostat hanya dengan menggerakkan tangan di udara. AR juga dapat memvisualisasikan data konsumsi energi secara real-time, membantu Anda membuat keputusan yang lebih cerdas untuk efisiensi.
Selain kontrol perangkat, AR juga akan merevolusi desain interior dan dekorasi rumah. Anda bisa memproyeksikan furnitur baru atau tata letak ruangan yang berbeda ke dalam ruang fisik Anda sebelum melakukan pembelian, memastikan semuanya sesuai dengan estetika dan fungsionalitas yang diinginkan. Ini akan mempermudah proses renovasi dan personalisasi rumah.
Pusat-pusat teknologi di Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, berada di garis depan pengembangan teknologi AR dan smart home. Integrasi sensor yang lebih canggih, AI-powered assistant, dan konektivitas 5G akan menjadi kunci untuk mewujudkan visi smart home berbasis AR ini. Meskipun masih ada tantangan teknis dan privasi yang perlu diatasi, masa depan rumah yang cerdas dan interaktif dengan AR menjanjikan pengalaman hidup yang jauh lebih nyaman dan efisien di Asia.

